Selasa, 10 Oktober 2023

PRINSIP DASAR,JENIS,DAN KARAKTERISTIK KERAJINAN BAHAN KERAS

Pengertian Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan bahan keras adalah produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras, solid, kuat, padat, dan tidak mudah untuk diubah bentuknya (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 46). Produk kerajinan dari bahan keras dapat dibuat dari bahan alam dan bahan buatan.

Keragaman jenis bahan kerajinan bahan keras dapat kita lihat dari berbagai produk-produk yang tersebar di berbagai daerah perkotaan dan pelosok desa. Contohnya, kerajinan dari bahan keras kayu, bambu, rotan, kaleng, kaca, dan sebagainya. Pasar lokal maupun impor telah mendominasi penggunaan bahan keras tersebut sebagai bahan kerajinan.

Kehadiran kerajinan bahan keras daya pikat dan keunggulan, terutama untuk konsumen yang mengejar keindahan klasik. Misalnya, bagaimana wilayah Jepara, Indonesia yang banyak menghasilkan kerajinan ukir kayu yang telah memikat pangsa dunia dengan mahakaryanya yang luar biasa indah dengan segala kerumitan detailnya.

Indonesia memang kaya akan budaya benda-benda kerajinan sebagai hasil budaya daerah. Selain itu, negeri ini juga menghasilkan banyak bahan alam yang dicari-cari oleh bangsa asing. Sehingga, kerajinan bahan keras dapat menjadi alat untuk memperkenalkan keragaman budaya Nusantara.

Oleh karena itu, sudah sewajarnya bagi kita untuk memanfaatkan dan melestarikan daya tarik dari benda kerajinan setiap daerah ini memiliki corak dan bentuk yang berbeda-beda dan memiliki ciri khas ini. Sehingga, kita dapat melestarikan budaya serta turut memajukan perekonomian bangsa melalui berkerajinan dengan bahan keras.

Berikut adalah berbagai pemaparan, pembahasan, contoh, cara, alat, bahan, serta proses dalam membuat kerajinan bahan keras, dimulai dari prinsip pembuatannya terlebih dahulu.

-Prinsip Kerajinan Bahan Keras

Pengetahuan dalam keragaman bahan dan alat serta teknik yang digunakan dalam pembuatan kerajinan bahan keras merupakan cermin dari kepiawaian perajin dalam penciptaan karyanya. Salah satu pengetahuan umum dan mendasar yang harus diketahui untuk menciptakan kerajinan bahan keras adalah prinsip kerajinan bahan keras. Adapun prinsip pembuatan kerajinan bahan keras adalah sebagai berikut.

1. Keunikan Bahan Kerajinan Bahan Keras

Seperti kerajinan bahan lunak, keunikan bahan kerajinan masih menjadi salah satu prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat kerajinan bahan keras. Bahan yang dapat digunakan untuk menciptakan kerajinan bahan keras dapat dibuat dari bahan alam, bahan buatan, dan bahkan bahan limbah seperti bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik.

Tampak bahwa bahan dapat didapatkan dari mana saja. Seorang perajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah produk kerajinan yang dapat dinikmati banyak orang dan bernilai jual. Selain itu, keunikan bahan kerajinan akan menambah nilai ekonomis dan daya tarik. Meskipun bahan fosil kayu atau kayu jati premium tampak sangat menggugah, bahan murah seperti limbah juga dapat memberikan daya tarik tersendiri berupa semangat pelestarian alam.

2. Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan Bahan Keras

Banyaknya macam bentuk produk kerajinan tidak lepas dari gagasan atau ide manusia yang dapat berawal dari suatu pemikiran dan kehendak melalui tindak cipta karsa. Selanjutnya, cipta karsa tersebut menghasilkan seperangkat karya secara fisik namun mengandung muatan pesan tertentu pula. Oleh sebab itu pesan yang dapat kita ciptakan atau picu (dirasakan penikmatnya) dapat dipilah menjadi:

1.Produk dengan nilai fungsional;

2.Produk dengan nilai informatif;

3.Produk dengan nilai simbolik; dan

4.Produk dengan nilai prestise (wibawa).

Memperhatikan dan mempertimbangkan seperti apa muatan yang dibawa oleh produk akan menentukan kualitasnya pula. Jika kita ingin membuat produk yang memiliki fungsional, maka salah kaprah jika kita malah sibuk dengan nilai simboliknya, begitu pun sebaliknya.

Namun, tentunya pernyataan kesalahan di atas hanyalah patokan kasar semata. Bisa jadi suatu produk dapat diciptakan melalui perpaduan beberapa nilai. Perlu menjadi catatan bahwa biasanya produk kerajinan yang berhasil biasanya hanya memiliki jenis nilai minim namun benar-benar mengena (sederhana namun apa yang ingin disampaikan jelas).

3. Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan Bahan Keras

Proses pembuatan sebuah produk kerajinan tidak terlepas dari salah satu unsur penting yaitu bagaimana melakukan pertimbangan saat membuat rancangan yang dapat melibatkan berbagai aspek teknologi serta mengandung tanggung jawab terhadap budaya bangsa Indonesia. Produk kerajinan mengandung banyak faktor yang perlu menjadi bahan acuan dan pertimbangan.

Adapun faktor-faktor permasalahan objektif yang diperlukan untuk diketahui sebelum perancangan adalah sebagai berikut.

1.Faktor Teknis yang meliputi: metode produksi yang handal, penerapan daya mesin atau manual, dan, tingkat kemahiran sumber daya manusianya.

2.Faktor Ekonomis, yakni: pemasaran yang tahan persaingan, sistem pemasokan atau distribusi, kebijakan penciptaan (hak cipta), nilai jual dan keberadaan suku cadang (sumber daya bahan dan alat), serta selera masyarakat terhadap produk tersebut.

3.Faktor Ergonomis: kenyamanan, keamanan, kesesuaian, dan kepraktisan.

4.Faktor Sains dan Teknologi: terdapat unsur kebaruan atau temuan baru (inovasi atau modifi kasi), selalu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi.

5.Faktor Estetika: menampilkan bentuk keindahan, memiliki daya pikat, terjadi keserasian, penggarapan yang rinci/detail, perupaan atau pewarnaan, kesan atau gugahan yang ditampilkan.

6.Faktor Kondisi Lingkungan: nilai budaya, kondisi lingkungan atau wilayah setempat.

-Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Keras

Terdapat dua jenis utama dari bahan untuk kerajinan bahan keras, yaitu bahan keras alami dan bahan keras buatan. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis bahan keras untuk kerajinan.

Bahan Keras Alam

Bahan keras alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan di alam, misalnya di bentang alam Indonesia (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 12). Misalnya kayu, bambu, batu, rotan dan sebagainya.

Bahan kerajinan keras alam kayu bambu dan rotan.



Kebanyakan orang memilih benda keras untuk produk fungsional yang membutuhkan penggunaan dalam waktu jangka panjang. Karena kerajinan yang terbuat dari benda keras memiliki kecenderungan kuat dan tahan lama bahkan bertahun-tahun lamanya. Selain itu, bahan keras alam memiliki daya tarik tersendiri karena keaslian dan keistimewaan bahan asli yang natural dari alam.

Berikut adalah beberapa contoh bahan yang termasuk bahan keras buatan dan dapat digunakan untuk membuat kerajinan adalah kayu, bambu, dan rotan yang akan dijelaskan karakteristiknya di bawah ini.

1. Kayu

Banyak pohon yang kayunya dapat dimanfaatkan untuk bahan keras alami. Beberapa macam jenis kayu tersebut di antaranya adalah; albasia, pinus, mahoni, jati, hitam, nangka, kelapa, lame, albasia, sungkai, kamper, meranti, dsb.

Masing-masing kayu memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda. Namun, selain keras kayu juga secara umum memiliki serat atau urat kayu, dan lingkaran tahun yang indah. Kayu bersifat tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir. Sebagian dapat memuai karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati. Ada yang memiliki beban ringan seperti lame dan albasia, ada pula yang berat seperti jati.

2. Bambu

Bambu memiliki batang yang kuat, namun akan terjadi pelapukan jika terkena air secara terus menerus. Berbeda dengan kayu yang utuh, bamboo memiliki rongga kopling di dalamnya, dengan ukuran diameter 1 hingga 20 cm. Sehingga bahan ini dapat dibuat sebagai wadah dalam kerajinan. Bambu jug memiliki ruas batang. yang unik.


Terkadang dalam pembuatan kerajinan, bentuk alami bambu sangat ditonjolkan. Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas. Bambu dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuh.


3. Rotan

Memiliki batang yang kuat, bahkan lebih kuat dari bambu, terutama pada bagian serat batangnya. Rotan yang dimanfaatkan sebagai kerajinan ada yang berongga dan ada yang tidak. Yang berongga mempunyai ukuran ½ cm hingga 1 cm. Sedangkan yang tidak berongga merupakan bagian dalam dari rotan.


Rotan memiliki ruas batang namun lebih samar dibanding bambu. Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas. Rotan dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan. Rotan memiliki bentuk yang panjang bisa mencapai 10 meter karena hidupnya menjalar dan melilit, sedangkan panjangnya selalu bertambah.


Bahan Keras Buatan

Bahan keras buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 13). Bahan-bahan yang digunakan untuk kerajinan berupa kaleng, kaca, dan sebagainya. Berbagai bahan keras buatan dan karakteristiknya akan dijelaskan pada pemaparan di bawah ini.

Bahan kerajinan keras buatan logam dan kaca.


1. Kaca

Kaca memiliki wujud yang transparan dan bening. Ketebalannya bervariasi antara 1 mm hingga 2 cm, tergantung dari kebutuhan. Permukaannya licin dan mengkilap. Jika ingin dilukis maka harus menggunakan cat khusus yang dapat menempel pada permukaan kaca. Kaca dapat dilebur dan dibentuk dalam kondisi panas yang membuat wujudnya menjadi lunak.

2. Logam

Logam terdiri dari berbagai warna, ada yang perak, emas, ada yang kemerahan/kecoklatan, dan juga berwarna perak keabu-abuan. Bentuknya bervariasi, ada yang tebal dan berat, ada pula yang pipih dan tipis serta ringan. Logam mudah terkorosi (berkarat) oleh udara, sehingga tidak jarang dilapisi dengan krom atau lapisan emas murni untuk mengatasinya. Ada pula yang melapisinya dengan cat. Artinya, perawatan pada produk kerajinan logam juga cukup membutuhkan perhatian lebih agar tidak cepat pudar.



PERSOALAN KOMPUTASI

Penyelesaian Masalah dengan Computational Thinking.

Seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka kita harus siap beradaptasi dan terus belajar dengan perubahan yang cepat ini. Kecanggihan teknologi harus dibarengi dengan kemampuan seseorang dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Jika kita tidak siap mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, tak menutup kemungkinan kita akan tertinggal.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa saat ini hampir semua kegiatan yang dilakukan sehari-hari menggunakan teknologi. Bahkan, teknologi juga bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah yang rumit. Teknologi sudah mengubah kehidupan jadi lebih mudah, efektif, dan efisien.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menerapkan cara berpikir seperti komputer atau ilmu informatika. Dengan menerapkan cara berpikir ini seseorang mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik dan mengasah otak untuk berpikir secara kritis dan kreatif.

Perkembangan komputer juga terus berjalan dengan cepat bahkan selalu mengarah ke arah yang lebih modern dan cepat untuk memudahkan pekerjaan manusia. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik menggunakan komputer atau tidak sebaiknya kita harus memiliki kemampuan untuk berpikir seperti komputer. Dengan computational thinking, kita akan berpikir dengan tepat dan logis untuk memahami dan menyelesaikan suatu permasalahan dengan cepat.

Computational Thinking

Istilah computational thinking atau berpikir komputasional pertama kali diperkenalkan oleh Seymour Papert pada tahun 1980-an. Sekarang, istilah berpikir komputasional kembali populer dan mulai dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah di beberapa negara. Berpikir komputasional menjadi penting, apalagi di tengah teknologi yang berkembang pesat, persaingan yang semakin ketat, dan munculnya industri dan pekerjaan-pekerjaan baru. Untuk itu dibutuhkan kemampuan yang lebih tinggi, terutama dalam menyelesaikan masalah atau problem solving.

Berpikir komputasional adalah proses berpikir untuk menyelesaikan masalah dengan lebih terstruktur. Berpikir komputasional bukan hanya digunakan untuk mengembangkan kode atau program aplikasi, tetapi dapat juga digunakan dalam berbagai bidang. Dengan berpikir komputasional, strategi berpikir kita dapat diikuti oleh orang lain, atau diubah menjadi sebuah kode untuk program komputer.

mempedulikan jenis plastiknya. Terakhir, Anna membuat algoritma atau tahapan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sensor mengumpulkan data serapan inframerah.

2. Data disimpan dalam USB drive.

3. Memilah data serapan inframerah untuk plastik dan non-plastik.

4. Membuat peta daerah yang banyak mengandung mikroplastik.

Dengan berpikir komputasional, Anna bisa menemukan solusi dari masalah sampah mikroplastik yang tersebar luas di lautan. Dengan mengetahui letak berkumpulnya mikroplastik, upaya untuk membersihkan lautan dari mikroplastik jadi lebih efektif dan efisien.

Kemampuan berpikir komputasional diharapkan dapat membantu anak-anak menyelidiki suatu masalah dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menemukan solusinya. Jika suatu hari anak mengalami masalah dengan pola yang sama, anak bisa mengikuti tahapan yang sudah ada sebelumnya dan menyelesaikan masalah dengan lebih cepat.

Apa Pentingnya Computational Thinking?

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa computational thinking membantu seseorang untuk mengasah cara berpikir yang lebih baik dan menjadi teknik untuk memecahkan masalah dengan tepat dan cepat. Kata "permasalahan" di sini sangatlah luas bukan sekedar permasalahan dalam ilmu komputer, tetapi juga menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Cara berpikir seperti ini sangat penting dimiliki oleh setiap orang dan mesti ditanamkan serta ditingkatkan sejak dini atau sejak anak-anak berada di bangku sekolah dasar. Dengan computational thinking, siswa bisa berpikir secara terstruktur seperti halnya para software engineer dalam menganalisa kebutuhan serta merencanakan pengembangan software. Dengan computational thinking, siswa bisa mencari solusi yang tepat dari permasalahan yang rumit melalui pemikiran yang runtut.

Computational thinking juga penting untuk meningkatkan kecakapan complex problem solving serta berpikir kritis. 2 kecakapan ini sangat penting dan dibutuhkan di masa depan menurut World Economic Forum. Dengan menguasai dua kecakapan ini maka siswa bisa bertahan serta bersaing di masa depan dan ketika mereka memasuki dunia kerja mereka siap menghadapinya dan lebih profesional.

Berpikir komputasional juga menjadi teknik berpikir dengan perhitungan matematis sehingga menjadi modal untuk mengantarkan generasi muda pada peradaban yang lebih modern. Modal inilah yang penting untuk diajarkan dan dipelajari dalam dunia pendidikan sebagai garda terdepan untuk mencetak generasi muda.

Pentingnya computational thinking yaitu bisa mencakup permasalahan dalam disiplin ilmu seperti matematika, ilmu pengetahuan, dan humaniora.

Proses serta konsep dari komputasi yaitu memiliki daya tarik untuk memecahkan masalah dengan cepat tanpa membutuhkan banyak sumber daya manusia, waktu atau ruang penyimpanan fisik dan digital serta menghasilkan jawaban yang tepat dan akurat.

Semakin baik seseorang dalam menguasai computational thinking, maka hidup dan aktivitas seseorang menjadi lebih efektif dan efisien serta mampu meningkatkan produktivitas. Tentu saja, kebutuhan computational thinking juga akan semakin meningkat seiring kecanggihan komputer dan perangkat lainnya yang ada dalam kehidupan.


DEKOMPOSISI SUBPROGRAM

Konsep Dekomposisi dalam Computational Thinking dan Penerapannya.

Computational thinking menjadi salah satu kemampuan yang dibutuhkan saat ini, baik dalam kehidupan sosial sehari-hari atau di bidang industri. Computational thinking atau cara berpikir komputasional digunakan untuk memahami masalah kompleks dan mengembangkan solusi, masalah dan solusi tersebut dapat disajikan dengan cara yang dipahami oleh komputer, manusia maupun keduanya.

Computational thinking menjadi kemampuannya dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk mampu menyelesaikan persoalan dan harus diasah melalui latihan atau pembiasaan. Cara berpikir ini juga membantu menyelesaikan masalah kompleks atau tingkat tinggi.

Mengapa computational thinking sangat penting diasah sejak usia dini? Hal ini dilakukan untuk menyiapkan SDM yang cerdas dan kompeten, mengingat pada era reformasi, era industri.4.0 atau society 5.0. manusia akan hidup di dunia nyata sekaligus dunia digital yang dikelilingi dengan IoT (Internet of Things), Big Data, dan Artificial Intelligence.

Seperti yang kita ketahui, computational thinking mencakup dekomposisi, abstraksi, mengenali pola serta merumuskan algoritma. Dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai konsep dekomposisi pada computational thinking hingga penerapannya dalam kegiatan pembelajaran.

masalah kecil tersebut diselesaikan, setelah itu digabungkan kembali menjadi masalah kompleks yang terselesaikan.

Contoh Penerapan Dekomposisi

Berikut ini merupakan contoh dekomposisi yang bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

Saat kita berencana untuk mengadakan pesta makan bersama keluarga besar, maka kita akan menggunakan dekomposisi untuk mewujudkan rencana tersebut. Kita bisa menganalisis dan menguraikan apa saja yang dibutuhkan dalam acara tersebut, lalu membaginya lebih spesifik. Kita bisa berbagi peran dan melakukan tugas masing-masing sesuai peran tersebut, misalnya ada yang memilih menu, membeli bahan makanan, membawa makanan masing-masing agar hidangan variasi hingga mengatur waktu acara.

Contoh lainnya, ketika kita sedang berlibur bersama keluarga, lalu tersesat di tengah jalan maka kita bisa menggunakan dekomposisi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kita dapat menguraikan masalah dan membaginya lebih spesifik agar mudah mencari solusinya, seperti dengan mencari rute yang tepat di internet, bertanya pada masyarakat sekitar, fokus menyetir kendaraan, memandu arah yang diambil.

Penerapan dekomposisi di sekolah; misalnya ketika ingin melakukan kegiatan atau inisiatif baru di sekolah, maka prosesnya yaitu dengan membangun rencana yang strategis, membuat visi program, mencari dukungan dan segala sesuatu yang terlibat.

Saat ingin mengembangkan sebuah game, maka akan lebih mudah jika membuat game tersebut membuatkan level permainan itu sendiri daripada membuat game sekaligus. Akan lebih mudah lagi apabila pegawai mengerjakan secara spesifik mengenai game.

Contoh dekomposisi masalah lainnya ketika ingin membuat robot berjalan keluar dari labirin, maka tidak bisa sekaligus memberikan jalur keluar pada robot, tetapi harus memberikannya sebuah aturan yang sederhana seperti maju, mundur, belok kanan, belok kiri.

Contoh Dekomposisi dalam Kegiatan Pembelajaran

Dekomposisi merupakan salah satu bagian atau tahapan dari computational thinking. Seseorang yang terbiasa melakukan proses dekomposisi untuk menyelesaikan masalah, maka akan meningkatkan kemampuan computational thinking.

Mengingat pentingnya kemampuan ini, computational thinking pun diharapkan bisa diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, bahkan hal ini juga termasuk ke dalam salah satu kebijakan yang dibuat Menteri Nadiem Makarim dalam kurikulum merdeka yaitu computational thinking diintegrasikan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, IPAS di sekolah dasar.

Begitu pula dengan dekomposisi, di mana proses ini juga bisa dimasukkan dalam kegiatan pembelajaran. Pasalnya dekomposisi sendiri bisa menjadi alat yang ampuh untuk memandu seseorang mendekati proyek dan tugas secara teratur. Berikut ini merupakan beberapa contoh penerapan dekomposisi dalam kegiatan pembelajaran, yaitu:

Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia: siswa diminta untuk membaca sebuah cerita dan menganalisis tema terlebih dahulu sebelum menjawab seperti, siapa tokoh antagonis dan protagonis? Di mana pengaturannya? Apa konfliknya dan resolusinya? Selain itu, siswa juga bisa diminta untuk membuat struktur kalimat dalam bahasa asing dengan membaginya menjadi beberapa bagian seperti kata kerja, objek, dan subjek.

Matematika: siswa diminta untuk mencari luas dengan berbagai bentuk lalu menguraikannya menjadi bentuk segitiga.

Sains: siswa diminta untuk mempelajari struktur tubuh manusia dengan meneliti berbagai organ. Mempelajari struktur tubuh manusia dengan dekomposisi atau mempelajarinya satu persatu organ tubuh dinilai lebih mudah daripada belajar anatomi tubuh manusia secara keseluruhan.

Ilmu Pengetahuan Sosial: siswa diminta untuk mencari atau mengeksplorasi budaya yang berbeda dengan cara mempelajari sejarah, tradisi, serta norma di dalamnya.

Itulah beberapa hal mengenai dekomposisi dalam computational thinking beserta penerapannya. Dekomposisi juga bisa menjadi solusi untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan komputer. Konsepnya juga masih sama, dalam ilmu komputer dekomposisi digunakan untuk memecahkan masalah atau sistem yang kompleks menjadi bagian lebih mudah dipahami dan diprogram. Hampir semua dalam komputer mulai dari membuat web, membuat aplikasi hingga menyelesaikan kasus pencurian bisa menggunakan metode dekomposisi. Dekomposisi menjadi metode yang cerdas untuk membantu seseorang mencapai apa yang ingin dicapai dan menyelesaikan masalah.


PENGOLAHAN DATA DENGAN FITUR LANJUT APLIKASI

Apa Itu Aplikasi Pengolah Data?

Aplikasi pengolah data merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengolah berbagai jenis data seperti angka, text, simbol ataupun gambar. Fungsi pengolahan data tersebut untuk mengubah data yang kompleks menjadi informasi yang informatif dan lebih mudah dipahami.

Dengan menggunakan aplikasi ini, informasi yang ingin Anda sampaikan kepada orang lain akan lebih sederhana namun memiliki tampilan yang menarik. Aplikasi pengolah data berdasarkan cara pengoperasiannya terbagi menjadi dua jenis, yaitu manual dan mekanik.

Alat pengolah data manual adalah alat yang dioperasikan tanpa menggunakan mesin seperti sempoa, pulpen & kertas, papan tulis dan lain sebagainya. Sedangkan alat pengolah data mekanik adalah yang dioperasikan dengan menggunakan bantuan mesin seperti kalkulator, laptop ataupun komputer.

Pada zaman seperti sekarang ini, alat pengolah data manual sudah mulai ditinggalkan. Alasannya karena alat pengolah data manual dirasa sudah kuno dan minim fitur. Orang-orang saat ini lebih memilih alat pengolah data mekanik yang lebih modern karena penggunaannya yang lebih simpel dan juga memiliki banyak fitur.

Ditambah lagi pengembangan teknologi seperti AI (Artificial Intelligence) akan sangat membantu dalam melakukan kegiatan pengolahan data. Pada artikel ini kita hanya akan fokus untuk membahas tentang aplikasi pengolah data mekanik.

Apa Mekanisme Aplikasi Pengolah Data?

Secara sederhana mekanisme pengoperasian aplikasi pengolah data dibagi atas tiga tahapan, yaitu input, data processing, dan output.

Input, adalah tahapan di mana memasukkan data awal yang ingin diolah pada alat pengolah data. Data awal ini bisa didapatkan dari beberapa sumber seperti hasil survei, wawancara atau riset pengamatan secara mandiri.

Data processing, pada tahap data processing data akan diolah sedemikian rupa untuk menghasilkan informasi yang lebih sederhana dan mudah dimengerti dengan tampilan yang lebih enak dilihat. Pengolahan yang dilakukan bisa berupa namun tidak terbatas pada pengelompokan, penggabungan, penyusunan, penghapusan, dan penyimpanan data.

Output, adalah hasil dari pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya. Data yang dihasilkan bisa dalam beberapa bentuk seperti angka, teks, gambar, atau gabungan ketiganya.

Aplikasi pengolahan data apa saja?

Berikut ini adalah beberapa macam aplikasi pengolah data yang IndoRental telah rangkum khusus untuk Anda. Namun, perlu diingat bahwa aplikasi yang dimaksud di sini adalah sebuah software yang secara khusus digunakan untuk mengolah data pada laptop atau komputer. Software atau perangkat lunak pengolah data ini juga biasa disebut sebagai Database Management System (DBMS). Apabila Anda sudah mengerti, yuk simak pembahasan detailnya di bawah ini!

1. Ms. Word

Aplikasi pengolah data yang pertama adalah Ms.Word yang merupakan aplikasi office yang dikembangkan oleh perusahaan Microsoft Corporation. Ms. Word adalah aplikasi pengolah angka yang sangat populer karena sering digunakan oleh banyak orang dari semua kalangan. Aplikasi ini banyak digunakan oleh para pelajar, mahasiswa hingga para pebisnis.

Ms. Word adalah aplikasi pengolah data berbasis teks yang sering digunakan untuk keperluan pembuatan proposal, pembuatan artikel, skripsi dan lain sebagainya. Aplikasi Ms.Word ini juga dibekali dengan tools yang cukup lengkap. Bahkan tidak hanya untuk pengolahan data text saja, tapi juga bisa untuk melakukan pengolahan angka walaupun tidak selengkap Ms. Excel.

2. Ms. Excel

Selanjutnya adalah Ms. Excel yang masih dikembangkan oleh perusahaan yang sama seperti Ms. Word. Bedanya Ms. Excel ini adalah aplikasi berbasis angka. Pada aplikasi ini, Anda bisa melakukan pengolahan data angka dengan menggunakan formula-formula khusus untuk memudahkan Anda dalam melakukan penghitungan angka.

Ms. Excel juga dilengkapi fitur tabel dan grafik yang membuat tampilan data Anda menjadi lebih rapi dan mudah dibaca. Aplikasi banyak digunakan oleh orang-orang yang bekerja di bidang finance karena sering digunakan untuk melakukan pencatatan keuangan.

3. Postgresql

Aplikasi pengolahan data Postgresql adalah aplikasi open source yang digunakan untuk membuat server database. Aplikasi yang dikembangkan oleh PostgreSQL Global Development Group ini bisa dioperasikan dengan bahasa pemrograman yang cukup lengkap seperti PHP, C, Java, C++ dan pemrograman yang lainnya.

Postgresql merupakan aplikasi open source yang saat ini cukup banyak digunakan baik secara pribadi ataupun oleh perusahaan.

4. WordPerfect

Aplikasi WordPerfect ini terbilang cukup unik, karena menggabungkan fitur pada Ms. Word dengan aplikasi desain. Pada aplikasi ini, selain Anda bisa melakukan pengolahan data berupa text juga bisa melakukan pengolahan data berbasis grafis. Dokumen yang bisa Anda buat pada aplikasi ini adalah daftar riwayat hidup, CV, brosur, newsletter, tabel, dokumen laporan dan lain sebagainya.

Dengan menggunakan aplikasi ini Anda juga bisa membuka, mengedit dan mengkonversi file berjenis pdf. Dengan mudah tanpa ribet.

5. Oracle Database

Oracle Database adalah aplikasi pengolah data yang dibuat oleh perusahaan Oracle Corporation. Aplikasi Oracle ini memiliki fungsi yang sama seperti Postgresql. Namun, Oracle Database memiliki keunggulan dibanding Postgresql, yaitu kemampuan penyimpanan data yang sangat besar hingga mencapai terabyte. Oracle Database juga lebih mudah digunakan dibandingkan Postgresql serta tingkat akurasi datanya cukup bagus.

Bagaimana? Sekarang Anda sudah lebih paham mengenai macam-macam aplikasi pengolah data, bukan? Di era digital seperti saat ini, memahami aplikasi pengolah data adalah hal yang penting karena dapat membantu meringankan pekerjaan Anda.

Apabila Anda membutuhkan sewa laptop untuk kegiatan atau event tertentu, Anda bisa menghubungi IndoRental sebagai solusi kebutuhan Anda. IndoRental menyediakan jasa sewa laptop Jakarta dengan waktu tertentu sesuai kebutuhan. Cukup menghubungi via website di sini, lalu tim IndoRental akan menghubungi Anda untuk menanyakan penyewaan sesuai dengan kebutuhan yang Anda inginkan.


Selasa, 03 Oktober 2023

APLIKASI MENYIMPAN DATA SESUAI REPRESENTASI

Komputer mengolah data secara digital, yaitu melalui sinyal listrik yang diterimanya atau dikirimkannya. Pada prinsipnya, komputer hanya mengenal dua arus, yaitu on atau off, besar atau kecil, atau istilah dalam angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau 0 (nol). Data-data yang di-input, di-proses dan disimpan dalam komputer atau media penyimpanan hanyalah kombinasi dari arus on atau (1) dan arus off atau (0). Kombinasi-kombinasi dari dua hal ini kemudian diterjemahkan lagi sebelum dikeluarkan ke media output sesuai dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh manusia seperti huruf, gambar, suara, bahkan film-film menarik yang ditonton dalam format digital.

Bilangan Biner

Representasi data dalam komputer yang hanya terdiri dari 2 kombinasi on (voltage rendah) dan off (voltage tinggi) sering pula dinyatakan dengan angka 1 mewakili on dan 0 untuk off. Dua kombinasi angka ini sering dikenal dengan bilangan biner.

Operasi aritmatika yang biasa dilakukan dalam perhitungan pada bilangan desimal penjumlahan dan pengurangan juga dapat diterapkan pada bilangan biner. Operasi aritmatika pada billangan biner yang hanya diwakili dengan kombinasi arus listrik on dan off dapat dilakukan dengan fungsi aljabar boolen (gerbang logika).    

Konsep Bilangan Biner dan Desimal

Perbedaan mendasar dari metoda biner dan desimal adalah berkenaan dengan basis. Jika desimal berbasis 10(X10) berpangkatkan 10x, maka untuk bilangan biner berbasiskan 2(X2) menggunakan perpangkatan 2x. Sederhananya perhatikan contoh di bawah ini!

Aritmatika Biner

Pada bagian ini akan membahas penjumlahan dan pengurangan biner. Perkalian biner adalah pengulangan dari penjumlahan; dan juga akan membahas pengurangan biner berdasarkan ide atau gagasan komplemen.

Aritmatika Biner Dengan Gerbang Logika 

Aturan diatas dikerjakan berdasarkan pada aturan dan logika manusia, pekerjaan seperti ini tidak dapat dilakukan oleh peralatan elektronik, namun dengan peralatan elektronik yang hanya mengenal arus listrik, ON dan OFF atau Tegangan Besar dan Kecil yang diwakili dengan angka 0 dan 1 seperti yang dijelaskan sebelumnya, maka aturan pengurangan yang dilakukan oleh manusia dapat diatur sedemikian rupa ke peralatan elektronik dengan pensaklaran yang disering dikenal dengan gerbang logika.

Gerbang logika atau sering juga disebut gerbang logika Boolean merupakan sebuah sistem pemrosesan dasar yang dapat memproses input-input yang berupa bilangan biner menjadi sebuah output yang berkondisi yang akhirnya digunakan untuk proses selanjutnya. Gerbang logika dapat mengkondisikan input - input yang masuk kemudian menjadikannya sebuah output yang sesuai dengan apa yang ditentukan olehnya. 

 Alur pemrosesan data

Input >>> i/o >>> proses >>> memori >>> storage >>> memori >>> proses >>> i/o >>> output

Keterangan:

Input : data yang akan di proses atau dibuat.

I/O : Input / Output.

Proses : Pengolahan data yang dimasukkan.

Memori : Tempat menyimpan data sementara pada saat data diproses.

Storage : Tempat menyimpan data secara permanen seteah diproses.

Output : Hasil dari proses yang berupa tampilan, suara, cetakan

Sistem komputer memiliki siklus pengolahan yang pasti. Siklus pengolahan itu sendiri mengacu kepada makna dari arti komputer itu sendiri. Ada tiga pokok dalam siklus pengolahan data dengan menggunakan komputer tersebut, yaitu input, proses, dan output. Sedangkan untuk proses sendiri, pemroses dibantu oleh beberapa bagian lain, yaitu program serta penyimpan (storage). Agar data dapat diterima oleh komputer dengan baik, komputer memiliki peralatan yang berfungsi untuk hal ini, yang disebut dengan input device . Proses Setiap masukan yang disampaikan kepada komputer akan masuk ke pemroses, pemroses ini dikenal juga dengan nama processor . Pemroses ini bisa disebut dengan otaknya komputer. Pemroses ini akan menentukan akan diapakan informasi yang masuk tersebut. Ketentuan yang telah disusun ini adalah instruction set. Instruction set ini merupakan format baku perintah yang dapat dilaksanakan oleh pemroses. Pemroses memiliki hubungan dengan media input, program, storage serta media output. Program merupakan kumpulan instruction set yang akan dijalankan oleh pemroses, yaitu berupa software. Program inilah yang mengendalikan semua aktifitas yang ada pada pemroses. Program berisi konstruksi logika yang dibuat oleh manusia, dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa mesin sesuai dengan format yang ada pada instruction set. Storage dalam menjalankan proses, selain proses diatur oleh program, pemroses juga memiliki akses ke media penyimpan yang disebut dengan storage. Storage ini berfungsi untuk menyimpan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi pemroses, baik untuk penyimpan sementara maupun untuk jangka panjang. Proses untuk mengambil data atau menyimpan data pada storage ini dilaksanakan oleh pemroses sesuai dengan perintah yang diterima pemroses dari program yang sedang ia jalankan. Output Merupakan aktifitas menerima data dari hasil pengolahan pada bagian pemroses. Jika terdapat data pada aktifitas output ini, berarti pemroses menyerakan tugas selanjutnya kepada bagian ini. Tentu saja pada bagian ini diperlukan juga peralatan yang bekerja, dimana peralatan terebut disebut dengan output device.

  Cara Kerja computer

 memori

Di sistem ini, memori adalah urutan byte yang dinomori (seperti "sel"), masing-masing berisi sepotong kecil informasi. Setiap slot mungkin berisi salah satu, dan apa yang sekarang menjadi data mungkin saja kemudian menjadi perintah.

Memori menyimpan berbagai bentuk informasi sebagai angka biner. Informasi yang belum berbentuk biner akan dipecahkan (encoded) dengan sejumlah instruksi yang mengubahnya menjadi sebuah angka atau urutan angka-angka. Sebagai contoh: Huruf F disimpan sebagai angka desimal 70 (atau angka biner) menggunakan salah satu metode pemecahan. Instruksi yang lebih kompleks bisa digunakan untuk menyimpan gambar, suara, video, dan berbagai macam informasi. Informasi yang bisa disimpan dalam satu sell dinamakan sebuah byte.

Secara umum, memori bisa ditulis kembali lebih jutaan kali - memori dapat diumpamakan sebagai papan tulis dan kapur yang dapat ditulis dan dihapus kembali, daripada buku tulis dengan pena yang tidak dapat dihapus.

pemrosesan (CPU)

Unit Pengolah Pusat atau CPU berperanan untuk memproses arahan, melaksanakan pengiraan dan menguruskan laluan informasi menerusi system komputer. Unit atau peranti pemprosesan juga akan berkomunikasi dengan peranti input , output dan storan bagi melaksanakan arahan-arahan berkaitan.

Contoh sebuah CPU dalam kemasan Ball Grid Array (BGA) ditampilkan terbalik dengan menunjukkan kaki-kakinya.

Dalam arsitektur von Neumann yang asli, ia menjelaskan sebuah Unit Aritmatika dan Logika, dan sebuah Unit Kontrol. Dalam komputer-komputer modern, kedua unit ini terletak dalam satu sirkuit terpadu (IC - Integrated Circuit), yang biasanya disebut CPU (Central Processing Unit).

Unit Aritmatika dan Logika, atau Arithmetic Logic Unit (ALU), adalah alat yang melakukan pelaksanaan dasar seperti pelaksanaan aritmatika (tambahan, pengurangan, dan semacamnya), pelaksanaan logis (AND, OR, NOT), dan pelaksanaan perbandingan (misalnya, membandingkan isi sebanyak dua slot untuk kesetaraan). Pada unit inilah dilakukan "kerja" yang nyata.

input dan hasil

I/O membolehkan komputer mendapatkan informasi dari dunia luar, dan menaruh hasil kerjanya di sana, dapat berbentuk fisik (hardcopy) atau non fisik (softcopy). Ada berbagai macam alat I/O, dari yang akrab keyboard, monitor dan disk drive, ke yang lebih tidak biasa seperti webcam (kamera web, printer, scanner, dan sebagainya.

Yang dimiliki oleh semua alat masukan biasa ialah bahwa mereka meng-encode (mengubah) informasi dari suatu macam ke dalam data yang bisa diolah lebih lanjut oleh sistem komputer digital. Alat output, men-decode data ke dalam informasi yang bisa dimengerti oleh pemakai komputer. Dalam pengertian ini, sistem komputer digital adalah contoh sistem pengolah data.

instruksi

Perintah yang dibicarakan di atas bukan perintah seperti bahasa manusiawi. Komputer hanya mempunyai dalam jumlah terbatas perintah sederhana yang dirumuskan dengan baik. Perintah biasa yang dipahami kebanyakan komputer ialah "menyalin isi sel 123, dan tempat tiruan di sel 456", "menambahkan isi sel 666 ke sel 042, dan tempat akibat di sel 013", dan "jika isi sel 999 adalah 0, perintah berikutnya anda di sel 345".

Instruksi diwakili dalam komputer sebagai nomor - kode untuk "menyalin" mungkin menjadi 001, misalnya. Suatu himpunan perintah khusus yang didukung oleh komputer tertentu diketahui sebagai bahasa mesin komputer. Dalam praktiknya, orang biasanya tidak menulis perintah untuk komputer secara langsung di bahasa mesin tetapi memakai bahasa pemrograman "tingkat tinggi" yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa mesin secara otomatis oleh program komputer khusus (interpreter dan kompiler). Beberapa bahasa pemrograman berhubungan erat dengan bahasa mesin, seperti assembler (bahasa tingkat rendah); di sisi lain, bahasa seperti Prolog didasarkan pada prinsip abstrak yang jauh dari detail pelaksanaan sebenarnya oleh mesin (bahasa tingkat tinggi)

arsitektur

Komputer kontemporer menaruh ALU dan unit kontrol ke dalam satu sirkuit terpadu yang dikenal sebagai Central Processing Unit atau CPU. Biasanya, memori komputer ditempatkan di atas beberapa sirkuit terpadu yang kecil dekat CPU. Alat yang menempati sebagian besar ruangan dalam komputer adalah ancilliary sistem (misalnya, untuk menyediakan tenaga listrik) atau alat I/O.

Beberapa komputer yang lebih besar berbeda dari model di atas di satu hal utama - mereka mempunyai beberapa CPU dan unit kontrol yang bekerja secara bersamaan. Terlebih lagi, beberapa komputer, yang dipakai sebagian besar untuk maksud penelitian dan perkomputeran ilmiah, sudah berbeda secara signifikan dari model di atas, tetapi mereka sudah menemukan sedikit penggunaan komersial.

program

Program komputer adalah daftar besar perintah untuk dilakukan oleh komputer, barangkali dengan data di dalam tabel. Banyak program komputer berisi jutaan perintah, dan banyak dari perintah itu dilakukan berulang kali. Sebuah komputer pribadi modern yang umum (pada tahun 2003) bisa melakukan sekitar 2-3 milyar perintah dalam sedetik. Komputer tidak mendapat kemampuan luar biasa mereka lewat kemampuan untuk melakukan perintah kompleks. Tetapi, mereka melakukan jutaan perintah sederhana yang diatur oleh orang pandai, "programmer." "Programmer Baik memperkembangkan set-set perintah untuk melakukan tugas biasa (misalnya, menggambar titik di layar) dan lalu membuat set-set perintah itu tersedia kepada programmer lain." Dewasa ini, kebanyakan komputer kelihatannya melakukan beberapa program sekaligus. Ini biasanya diserahkan ke sebagai multitasking. Pada kenyataannya, CPU melakukan perintah dari satu program, kemudian setelah beberapa saat, CPU beralih ke program kedua dan melakukan beberapa perintahnya. Jarak waktu yang kecil ini sering diserahkan ke sebagai irisan waktu (time-slice). Ini menimbulkan khayal program lipat ganda yang dilakukan secara bersamaan dengan memberikan waktu CPU di antara program. Ini mirip bagaimana film adalah rangkaian kilat saja masih membingkaikan. Sistem operasi adalah program yang biasanya menguasai kali ini membagikan.

sistem opersi

Sistem operasi ialah semacam gabungan dari potongan kode yang berguna. Ketika semacam kode komputer dapat dipakai secara bersama oleh beraneka-macam program komputer, setelah bertahun-tahun, programer akhirnya menmindahkannya ke dalam sistem operasi.

Sistem operasi, menentukan program yang mana dijalankan, kapan, dan alat yang mana (seperti memori atau I/O) yang mereka gunakan. Sistem operasi juga memberikan servis kepada program lain, seperti kode (driver) yang membolehkan programer untuk menulis program untuk suatu mesin tanpa perlu mengetahui detail dari semua alat elektronik yang terhubung.

 Kecepatan proses :

– Clock : Hertz

– Siklus mesin :Fetch, decode, execute

– MIPS (Millions of Instructions Per Second)

– MFLOATS (Millions of Floating point Per Second)

Faktor yang mempengaruhi kecepatan proses

1. -Register

 menyimpan instruksi selama proses berjalan, ukuran sesuai dengan jumlah data yang dapat diproses dalam saty waktu (Reg ukuran 32 bit berarti dapat memproses 4 byte data dalam satuan waktu

2. -RAM

 semakin besar RAM maka semakin banyak data yang disimpan sehingga akses ke data lebih cepat (dibandingkan dengan mengakses ke Secondary Storage). Jika ukuran aplikasi besar dan tidak cukup untuk diload sekalian ke dalam memori maka dilakukan proses segmentasi dan swapping (pemindahan data dari memory ke storage)

3. -CPU clock

 semakin tinggi clock CPU maka semakin cepat / semakin banyak perintah yang dapat dieksekusi

4. -Bus / datapath

 menentukan besarnya data yang dapat ditransmisikan antara CPU dan device yang lain. ( seperti jalan raya)

5. -Cache memory

semakin cepat, dan besar cache maka proses akan menjadi lebih cepat


   


UNIT PENGOLAHAN LOGIKA DAN ARITMATIKA

ALU, singkatan dari Arithmetic Logic Unit (Bahasa Indonesia: Unit Aritmetika dan Logika), adalah salah satu bagian dalam dari sebuah mikroprosesor yang berfungsi untuk melakukan operasi hitungan aritmetika dan logika. Contoh operasi aritmetika adalah operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah logika AND dan OR.

Simbol umum ALU.

Tugas utama dari ALU (Arithmetic Logic Unit) adalah melakukan semua perhitungan aritmetika atau matematika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan operasi aritmetika dengan dasar pertambahan, sedang operasi aritmetika yang lainnya seperti pengurangan, perkalian, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan. sehingga sirkuit elektronik di ALU yang digunakan untuk melaksanakan operasi aritmatika ini disebut adder. Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika (logical operation) meliputi perbandingan dua buah elemen logika dengan menggunakan operator logika, yaitu:

-Sama dengan (=)

-Tidak sama dengan (<>)

-Kurang dari (<)

-Kurang atau sama dengan dari (<=)

-Lebih besar dari (>)

-Lebih besar atau sama dengan dari (>=)

Fungsi-fungsi yang didefinisikan pada ALU adalah Add (penjumlahan), Addu (penjumlahan tidak bertanda), Sub (pengurangan), Subu (pengurangan tidak bertanda), and, or, xor, sll (shift left logical), srl (shift right logical), sra (shift right arithmetic), dan lain-lain.

Ikon rintisan 

Artikel bertopik komputer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

IDENTIFIKASI SISTEM KOMPUTER

Pengertian Sistem Komputer – Kalian tentu saja sudah tahu mengenai komputer. Walaupun jika ditanya apa itu komputer? Bisa jadi kalian masih merasa kesulitan untuk menjelaskanya. Perlu kalian ketahui bahwa komputer juga mempunyai sebuah sistem untuk menjalankan perintah dan memperoses data-data.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Sistem Komputer beserta dengan Pengertian dan Komponen-komponennya yaitu, sebagai berikut ini.

Definisi Sistem Komputer

Sistem Komputer merupakan sekumpulan perangkat komputer yang saling berkaitan dan berinteraksi antara satu sama lain untuk menjalankan sebuah Proses Pengolahan Data, sehingga dapat menghasilkan suatu informasi yang sangat dibutuhkan oleh penggunanya. Perangkat-perangkat yang terdapat didalam sebuah Sistem Komputer yaitu terdiri dari Hardware, Software dan Brainware.

Dari setiap perangkat tersebut mempunyai fungsinya masing-masing pada sebuah Sistem Komputer. Tetapi saat menjalankan tugasnya perangkat Komputer tersebut akan bekerja dan saling mendukung antara satu sama lain. Hardware tidak dapat bekerja jika tanpa adanya sebuah Software dan Hardware pun begitu, keduanya tidak akan bisa dipakai untuk menghasilkan suatu informasi jika tidak ada sebuah Brainware yang menjalankan dan memberikan perintah.

-Fungsi Sistem Komputer

Dibawah ini beberapa fungsi dari Sistem Komputer yang bisa dipahami yaitu, diantaranya sebagai berikut :

Menginput sebuah Data

Menginput Data merupakan salah satu fungsi dari sistem komputer yaitu menginput data yang sudah ada ke dalam sebuah komputer. Sistem komputer bertugas untuk menginput segala macam jenis data yang telah dimasukkan oleh seorang pengguna melalui sebuah perangkat Hardware seperti Mouse, Keyboard, Microphone dan lain sebagainya.

Memproses sebuah Data

Memproses Data merupakan salah satu fungsi dari sebuah Sistem Komputer yaitu untuk melakukan suatu Process yang bertugas untuk mentransfer sebuah data mentah menjadi suatu informasi yang bisa dibaca oleh memori komputer. Sebuah Proses data ini biasanya dilakukan pada suatu Central Processing Unit ( CPU ) yang juga memiliki fungsi sebagai otak komputer.

Menghasilkan sebuah Data

Menghasilkan Data merupakan salah satu Fungsi dari Sistem Komputer yang bertugas untuk menghasilkan sebuah Output yang merupakan salah satu hasil dari data yang sudah diproses. Hasil dari Output tersebut bisa berupa sebuah informasi, gambar, suara maupun video yang sudah sejak awal memang termasuk kedalam sebuah pengolahan data.

Menyimpan sebuah Data

Menyimpan Data merupakan salah satu fungsi dari sistem komputer yang bertugas untuk menyimpan data Output yang merupakan hasil dari olahan sebuah Process didalam memori komputer. Jadi, data yang sudah diinput dan diproses akan menjadi sebuah Output Data yang bisa kita simpan di dalam sebuah memori komputer yang nantinya bisa digunakan dalam waktu tertentu.

komponen Sistem Komputer

Sistem Komputer terdiri dari beberapa komponen pembangun dari sebuah Sistem yaitu, Hardware, Software dan juga Brainware. Dibawah ini terdapat penjelasan mengenai 3 jenis komponen tersebut di antaranya sebagai berikut ini :

A. Komponen Hardware (Perangkat Keras)

Hardware atau biasa kita sebut sebagai Perangkat Keras yaitu merupakan perangkat yang mempunyai wujud fisik dan bisa disentuh. Perangkat ini terdiri dari berbagai macam benda komputer yang biasa kita pakai. Contohnya seperti Monitor, Mouse, Keyboard, dan CPU, semua komponen tersebut merupakan bagian dari komponen Hardware Komputer.

Dibawah ini merupakan penjelasan dari berbagai macam komponen Hardware yaitu, sebagai berikut :

Central Processing Unit (CPU)

CPU atau Central Processing Unit merupakan otak dari sebuah sistem komputer. Unit ini memiliki tanggung jawab dari semua kegiatan yang telah terjadi dan sudah di Proses didalam sebuah Komputer. CPU memiliki fungsi sebagai pusat Pengelolahan Data dan mengontrol segala macam perangkat Internal maupun Eksternal yang terhubung pada sebuah Komputer.

Input Unit (Input Device)

Input Device merupakan salah satu perangkat keras komputer yang bertugas sebagai alat yang berguna untuk memasukan data atau sebuah perintah ke dalam Komputer.

Contohnya :

-Keyboard

-Pointing Device

-Mouse

-Touch screen

-Digitizer Grapich Tablet

-Scanner

-Microphone

Output Unit (Perangkat Keluaran)

Output unit mempunyai fungsi yang bertolak belakang dengan Input unit. Jika pada sebuah input unit data yang diperoleh dari luar dimasukkan ke dalam sistem komputer, maka output unit sebaliknya. Output Unit menghasilkan suatu informasi atau sebuah data yang merupakan hasil dari pemrosesan pada sistem komputer. Data yang dihasilkan dapat berupa sebuah infromasi, gambar, suara atau video.

Storage Unit (Perangkat Penyimpanan)

Perintah yang telah dimasukkan pada suatu Sistem Komputer melalui sebuah Input Unit kemudian akan disimpan di Unit Storage sebelum benar-benar melalui sebuah Pemrosesan. Begitupun dengan hasil dari sebuah data yang sudah selesai diproses, data tersebut akan terlebih dahulu disimpan pada sebuah Storage Unit sebelum dipindahkan ke Output Unit. Storage Unit dibagi menjadi dua jenis yaitu, sebagai berikut ini :

-Internal Storage Unit

-External Storage Unit

B. Komponen Software (Perangkat Lunak)

Software merupakan sekumpulan data Elektronik yang disimpan dan diatur oleh sebuah komputer. Data tersebut yang sudah disimpan oleh sebuah Komputer dapat berupa suatu Program atau Instruksi yang akan melaksanakan suatu perintah. Melalui sebuah software atau perangkat lunak inilah Komputer dapat menjalankan suatu perintah yang di berikan.

Dibawah ini merupakan penjelasan dari berbagai macam komponen Software yaitu, sebagai berikut :

Operating System (Sistem Operasi)

Sistem Operasi komputer merupakan sebuah program dasar yang ada pada komputer, umumnya berfungsi untuk menghubungkan seorang pengguna dengan Hardware. Bisa dikatakan juga bahwa Sistem Operasi merupakan Perangkat Lunak yang berfungsi untuk melakukan suatu pengontrolan dan memanagemen perangkat keras serta termasuk menjalankan sebuah aplikasi yang dapat melakukan suatu proses pengolahan data.

Contohnya : Microsoft Windows, Linux, Mac OS, dan lain sebagainya.

Program Aplikasi (Aplication Program)

Program Aplikasi merupakan salah satu kategori software yang digunakan untuk membantu sebuah pekerjaan seorang pengguna Komputer untuk bisa mengolah berbagai macam Data Komputer. Perangkat Lunak Komputer pada umumnya hanya diinstal sesuai dengan kebutuhan dari seorang pengguna komputer tersebut.

Contohnya :

Microsoft Excel

Microsoft Word

Microsoft Access

Photo Shop

Web browser

Game dan masih banyak yang lain

Utility Software (Program Tambahan )

Utility Software merupakan salah satu kategori software yang bertugas menjaga dan melindungi suatu sistem komputer tetapi tidak berhadapan lansung dengan sebuah Hardware.

Contohnya : Software Anti Virus, Firewall, Disk Defragmenter, Screensever dan lain sebagainya.

Programing Language (Bahasa Pemerograman)

Programing Language merupakan salah satu bahasa yang biasa digunakan oleh seorang Pengguna Komputer untuk mempermudah sebuah komunikasi dengan komputer. Programing Language bisa dikatakan juga sebagai sebuah Standar Bahasa yang merupakan suatu instruksi untuk berkomunikasi dan memberikan suatu perintah pada komputer tersebut.

Contohnya : PHP, Java, Python, C, Perl dan lain sebagainya.

C. Komponen Brainware

Brainware yaitu merupakan orang yang melaksanakan atau mengoperasikan sebuah komputer. Brainware mempunyai peran yang sangat penting karena sebuah komputer tidak dapat digunakan jika tidak dioperasikan oleh Manusia. Jadi brainware yaitu merupakan orang yang terlibat dalam suatu kegiatan pemanfaatan sebuah Komputer. Pengguna komputer dibagi menjadi empat jenis yaitu, diantaranya sebagai berikut :

Programer

Programmer yaitu seseorang yang memiliki keahlian untuk menguasai banyak atau salah satu dari suatu bahasa pemerograman. Jadi seorang programer bisa dikatakan sebagai orang yang membuat dan memiliki sebuah tugas untuk mempersiapkan suatu program yang memang dibutuhkan dalam sistem komputer yang akan dipakai untuk mengolah sebuah data.

Contohnya : PHP, Java, Phyton, C dan lain sebagainya.

Sistem Analis

Sistem Analis merupakan orang yang bertanggungjawab terhadap sebuah penelitian, perencanaan, penkoordinasian dan merekomendasikan pilihan dari suatu software, hardware dan sistem yang sesuai dengan kebutuhan dari seorang penggunanya. Seseorang yang bertugas sebagai Sistem Analis pun sangat berperan dalam sebuah proses pengembangan dari suatu sistem. Seorang Sistem Analis harus mempunyai empat keahlian contohnya Analisis, Teknis, Managerial dan cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain ataupun Interpersonal.




ASESMEN MADRSAH

  tugas vidio disini